• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Sunday, January 6, 2019

proses produksi kerajinan bahan lunak keramik


  • 1) Bahan Pembuatan Keramik
Secara garis besar bahan baku yang dipergunakan untuk membuat keramik Terdiri atas 3 macam (triaxial), yaitu Tanah liat (clay), Pasir, Feldspar.

a. Tanah liat (clay). Kandungan utama dari tanah liat antara lain Kaolinite (Al2O3.2SiO2.2H2O), Montmorillinote, Illite, Halloysite, Perbedaan kandungan tanah liat memberikan sifat yang berbeda-beda. Sifat tanah liat yang penting untuk pembuatan keramik antaralain Plastisitas (kemampuan untuk dibentuk tanpa mudah retak), Fusibilitas (kemampuan untuk dilebur), Bahan baku pasir (kwarsa), Fungsi (sebagai bahan non plastik). 


Produk Kerajinan dari Bahan Alam dan Gambarnya Lengkap









b. Pasir. Berfungsi sebagai bahan pengisi, namun jika penambahan terlalu banyak silikat dalam pasir menyebabkan keretakan pada waktu pembakaran.


Produk Kerajinan dari Bahan Alam dan Gambarnya Lengkap










c. Feldspar. Bahan baku feldspar berfungsi sebagai bahan pengikat dalam pembuatan keramik, dan Menurunkan temperatur pembakaran. Ada beberapa jenis bahan feldspar yang diantaranya K-feldspar, Na-feldspar, Ca-feldspar.

Produk Kerajinan dari Bahan Alam dan Gambarnya Lengkap













2) Alat Pembuatan Keramik

Produk Kerajinan dari Bahan Alam dan Gambarnya Lengkap

Produk Kerajinan dari Bahan Alam dan Gambarnya Lengkap
  • Kayu bulat/penggiling berguna untuk membuat lempengan.
  • Meja putar berguna untuk membuat keramik bentuk lingkaran atau silinder.
  • Tali pemotong berguna untuk memotong tanah liat atau mengambil keramik yang masih basah dari meja putar.
  • Cetakan biasanya terbuat dari gips. bentuknya persis seperti model yang akan kita buat.
  • Butsir berguna untuk membantu pembentukan tanah liat.
  • Pisau pahat berguna untuk membuat dekorasi pada keramik.
  • Sudip berguna untuk membuat hiasan saat tembikar masih basah.
  • Tungku pembakaran berguna untuk membakar keramik yang sudah kering atau keramik berglasir.
3) Teknik Pembuatan Keramik

a. Teknik Pijit Tekan. Teknik pijit tekan (pinch) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual. Caranya tanah liat dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan.
Produk Kerajinan dari Bahan Alam dan Gambarnya Lengkap

b. Teknik Pilin. Teknik pilin (coil) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual caranya tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah.
Produk Kerajinan dari Bahan Alam dan Gambarnya Lengkap

c. Teknik slab (lempengan), cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan keramik tradisional yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh seniman atau para penggemar keramik. Teknik lempengan (slab) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol. Lempengan digunakan untuk membuat karya keramik yang berbentuk persegi atau silinder.
Produk Kerajinan dari Bahan Alam dan Gambarnya Lengkap

Produk Kerajinan dari Bahan Alam dan Gambarnya Lengkap

d. Teknik putar, teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para pengrajin di sentra-sentara keramik. Pengrajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para pengrajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong, guci dll.
Produk Kerajinan dari Bahan Alam dan Gambarnya Lengkap

e. Teknik cetak, teknik pembentukan dengan cetak dapat memproduksi barang dengan jumlah yang banyak dalam waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah berupa gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga piring, cangkir, mangkok gelas dll. 
Produk Kerajinan dari Bahan Alam dan Gambarnya Lengkap

Disamping cara-cara pembentukan diatas, para pengrajin keramik tradisonal dapat membentuk keramik dengan teknik cetak pres, seperti yang dilakukan pengrajin genteng, tegel dinding maupun hiasan dinding dengan berbagai motif seperti binatang atau tumbuh-tumbuhan.

Hasil karya tanah liat dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat terbuka tidak terkena sinar matahari secara langsung. Jika sudah kering, karya dapat dibakar menggunakan tungku keramik, dengan bahan bakar yang bervariasi seperti gas, kayu, minyak tanah atau listrik. Keramik yang dibentuk sudah dapat diberi dekorasi pada saat setengah kering atau saat sudah mengalami pembakaran pertama (bisque).

Dekorasi bertujuan agar keramik tampak lebih indah dan kuat. Keramik dari tanah liat bakaran tinggi, dapat dihias dengan pewarna glasir. Glasir adalah lapisan keras yang berkilap pada lapisan produk keramik. Jika menggunakan pewarna glasur, keramik harus dibakar secara khusus, yaitu dibakar dua kali, pertama pembakaran bisquit hingga 900 oC, lalu diglasir dan dibakar kembali hingga suhu 1.200-1.300 oC.

http://aniyatihidayat.blogspot.com/2015/08/produk-kerajinan-dari-bahan-alam-dan.html

jenis karakteristik kerajinan bahan lunak

1. Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan lunak untuk karya kerajinan yang
diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami
tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh
bahan lunak alam adalah tanah liat, kulit, getah nyatu, bubur tisu,
dan flour clay
.

2. Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang
diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak,
lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Beragam karya kerajinan dari
bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan.
Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa polymer clay, gips, fiberglass,
lilin, sabun, dan parafin
.

Keragaman bahan lunak tentunya memiliki karakteristik yang
berbeda satu sama lainnya. Berikut ini merupakan ciri-ciri dari bahan
lunak yang perlu dikenal dan dimengerti.

1. Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan yang berasal dari tumbuhan dan
hewan atau lapisan bumi yang bersifat lunak.
a. Tanah Liat
-- Tanah liat memiliki warna yang beragam, tetapi semuanya
merupakan warna natural tanah, yaitu cokelat. Ada yang
berwarna cokelat muda, tua atau cokelat keabu-abuan, serta
cokelat keputihan. Setiap warna bergantung pada kandungan
dari masing-masing tanah tersebut. Tanah yang mengandung
kaolin lebih banyak akan berwarna lebih putih, stoneware lebih
kehitam/keabu-abuan, sedangkan earthenware lebih terlihat
cokelat kemerahan.
-- Tanah liat stoneware memiliki daya bakar hingga 1300OC,
sedangkan earthenware hanya sampai 900OC.
-- Tanah liat mudah hancur jika tidak melalui proses pembakaran.
Jika dibakar, jenis kerajinan ini disebut keramik.
-- Campuran tanah liat adalah air.
-- Pewarnaan tanah liat dapat dilakukan dengan glasir (pembakaran
tinggi hingga 1300OC), dapat pula hanya dibakar bisquit (900 OC)
lalu diberi warna cat langsung.

b. Kulit
-- Kulit berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga
mudah dibentuk.
-- Kulit ada yang berwarna hitam, putih, cokelat ataupun krem,
sesuai dengan hewan yang dikuliti.
-- Kulit alami jika terbakar akan berbau sate.
-- Kulit tidak tahan air, jika terkena air akan merusak struktur kulit.

c. Getah Nyatu
-- Getah nyatu merupakan getah dari pohon nyatu yang berwarna
putih.
-- Warnanya yang putih memudahkan untuk diberi warna warni.
Warna yang digunakan berasal dari pewarna alam sehinga
warnanya pun natural tidak secemerlang warna buatan.
-- Jika ingin dibentuk, getah harus dimasak terlebih dahulu agar
lunak dan elastis.
-- Jika dipanaskan akan melunak, tetapi lama kelamaan akan
mengeras.

d. Flour Clay
-- Flour clay berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga
kalis dan mudah dibentuk.
-- Flour clay juga dicampur dengan air.
-- Kerajinan dari flour clay tidak tahan air, karena jika terkena air
akan mudah rusak.
-- Pewarnaan flour clay dapat dilakukan dengan pewarna makanan
atau sintetis agar muncul warna-warna yang cemerlang.

2. Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari
bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam dengan maksud
mendapatkan efek duplikasi bahan alam dan bersifat lunak.

a. Polymer Clay dan Plastisin
-- Polymer clay dan plastisin memiliki ciri-ciri yang serupa, memiliki
aneka warna yang cerah, dan bertekstur padat lunak.
-- Yang membedakan hanya pada polymer clay tidak mengandung
minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak.
-- Pada saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan
plastisin tetap seperti semula.

b. Fiberglass
-- Fiberglass memiliki struktur cair, dan jika mengering akan
mengeras.
-- Fiberglass juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras.
-- Kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak/dicor.
-- Campuran fiberglass adalah katalis. Katalis inilah yang membuat
fiberglass dapat cepat mengeras.
-- Pewarnaan fiberglass dilakukan saat masih keadaan cair maupun
saat bahan mengering.
-- Fiberglass tahan lama dan kuat. Wujudnya bening sebening kaca
atau air, sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air.

c. Lilin dan Parafin
-- Lilin dan parafin berwujud padat, namun jika dipanaskan akan
mencair.
-- Pengolahan kerajinan dengan bahan lilin dan parafin dilakukan
dengan cara cetak/cor.
-- Pewarnaan dilakukan saat lilin mencair.
-- Lilin atau parafin dapat dicampur dengan aroma pewangi
tertentu untuk menambah sensasi saat digunakan.
-- Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan
dicetak kembali.

d. Gips
-- Wujud bahan gips adalah bubuk, dicampur dengan air menjadi
adonan yang kental. Adonan inilah yang akan mengeras jika
didiamkan. Oleh karena itu, mengolah gips harus dengan cara
dicor atau dicetak.
-- Pewarnaan gips biasanya setelah produk jadi.
-- Gips mudah pecah sehingga harus berhati-hati saat berkarya
dengan bahan ini.

e. Sabun
-- Sabun berwujud padat sehingga dapat langsung diukir saat
padat.
-- Sabun dapat pula diparut/dihaluskan dan dibentuk seperti
flour clay.
-- Sabun yang didiamkan akan mengeras.
-- Pewarnaan sabun dilakukan dengan mempertahankan warna
sabun atau dapat pula ditambah biang warna saat sabun
dibuat adonan.

http://www.pakgurusaloom.site/2018/06/jenis-dan-karakteristik-kerajinan-bahan.html

prinsip kerajinan bahan lunak

Prinsip kerajinan bahan lunak

Keberagaman bahan, pengetahuan, alat serta teknik yang digunakan merupakan cermin dari bentuk kepiawaian para pengerajin dalam proses penciptaan suatu karya. Perkembangna dari pemanfaatan bahan , teknik pembuatan, maupun penampilan bentuk suatu karya yang dibuat, menunjukkan adanya kemampuan daya serap para pengerajin untuk mengadaptasikan segala perubahan sosial budaya yang terjadi didalam masyarakat. 

Meski tidak dilakukan secara menyeluruh, baik dengan cara langsung ataupun tidak langsung atau sekedar coba-coba, tanpa disadari mereka mampu melakukan suatu perubahan yang kreatif. Masuknya teknologi dengan fungsi memanfaatkan bahan, terutama bahan lunak buatan, hal tersebut akhirnya menajdi hal yang baru dan tidak mudah pula untuk diterapkan. Setiap perubahan yang terjadi, semua dikarenakan adanya permintaan dari pasar.

Pada praktiknya, kerajinan dibuat dengan mempertimbangkan wilayah kerja dengan beberapa prinsip dasar sebagai berikut.
  • Keterampilan Tangan.
  • Keterampilan Teknik, dan 
  • Keterampilan  Tradisional/Kedaerahan.

1. Keterampilan Tangan.

Membuat kerajinan dengan menggunakan keterampilan tangan yang meski produksinya berada dalam jumlah yang banyak, namun kerajinan yang dibuat tetap menggunakan keterampilan tangan. Semantara itu, industri industri pembuatan kerajinan bertumpu pada teknologi mesin. Inilah perbedaan antara produk kerajinan dan produk industri.

2. Kerajinan Teknik.

Pembuatan produk kerajinan dilakukan berulang-ulang serta didasari oleh keterampilan teknik/keprigelan, sehingga produk yang dihasilkan tentu memiliki ciri khas tangan yang nampak dengan detail, rumit, dan hanya bisa dilakukan dengan keterampilan teknik yang dimiliki oleh tangan orang-orang yang ahli.

3. Kedaerahan/Tradisional

Kerajinan adalah benda-benda yang dibuat dan memiliki nilai guna yang praktis, memiliki sifat yang universal dan dibuat dengan keterampilan teknik menggunakan tangan, namun masih dipengaruhi oleh adat istiadat setempat sesuai dengan kultur wilayah kerajinan tersebut dibuat.Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak yaitu, lentur, lembut, empuk, dan mudah dibentuk.
Prinsip Kerajinan Bahan Lunak
Prinsip Kerajinan Bahan Lunak 
Prinsip pembuatan kerajinan bahan lunak alam dan buatan memiliki kecenderungan yaitu dibuat oleh manusia secara khusus dan sangat mempertimbangkan aspek perpaduan atau pemaduannya. Pemaduan yang dimaksud disini adalah penggunaan bahan lain dengan warna dan bentuk yang berbeda tetapi serasi atau padu dengan bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan suatu kerajinan. Pemaduan juga dapat dilakukan dengan bahan yang sama atau jenis yang sama namun dalam proses pembuatannya dibuat dengan ciri khas atau karakteristik yang berbeda.

Secara umum, jenis karya atau kerajinan ini dapat dipilah menurut manfaatnya, yaitu :

  • Kelangkapan busana.
  • Kelengkapan suatu benda.
  • Kelengkapan rumah/bangunan, dan
  • Kelengkapan keperluan ritual/upacara adat.

1. Kelengkapan Busana.

Produk kerajinan yang terbuat dari bahan lunak dibuat dengan mempertimbangkan produk tersebut agar dapat mempercantik diri dalam penggunaannya seperti dalam penggunaan busana. Contohnya yaitu produk-produk aksesoris diri seperti kalung, gelang, cincin, dan bros.

2. Kelengkapan Suatu Benda.

Kerajinan bahan lunak yang difungsikan sebagai kelengkapan suatu benda seperti contohnya, kotak tisu yang dilengkapi dengan hiasan keramik pada bagian muka. Jika kotak tisu sudah tidak terpakai, keramik tersebut dapat dilepas dan dipasangkan kembali pada tisu yang lainnya.

3. Kelengkapan Rumah/Bangunan.

Produk-produk kerajinan dapat digunakan sebagai pelengkap rumah/bangunan tertentu dengan tujuan mempercantik seperti air mancur berbentuk hewan yang disimpan pada taman taman rumah/bangunan.

4. Kelengkapan Keperluan Ritual/Upacara Adat.

Banyaknya budaya dengan segala bentuk ritual atau upacara adat nusantaranya, tentu berfariasi pula kerajinan bahan lunak yang dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap dalam prosesi atau ritual upacaranya, seperti penggunaan lilin yang banyak digunakan dalam ritual adat seantero nusantara.

Dengan dasar prinsip kebergunaan atau kebermanfaatan kerajinan bahan lunak diatas, maka kerajinan bahan lunak dapat dikategorikan sebagai produk yang ?

  • Menambah keindahan, dengan keberadaan kerajina bahan lunak maka dapat memperindah penampilan.
  • Memberi penekanan atau ciri khas pada suatu benda yang didampingi dengan kerajinan bahan lunak.
  • Kerajinan bahan lunak menjadi prasyarat pemakaian yang jika tidak digunakan maka tidka akan ada apa-apanya.
  • Produk kerajinan bahan lunak merupakan pertanda atau simbol suatu kepentingan.
  • Kerajinan bahan lunak dibuat khusus sesuai dengan benda aslinya (duplikasi) secara khusus untuk alasan dan kebutuhan tertentu.
  • Kerajinan bahan lunak merupakan sebagai bagian dari karya seni yang mencerminkan ekspresi keberagaman budaya Nusantara, maka kerajinan bahan lunak merupakan bagian dari karya seni.

Pengerajin bahan lunak alam, meskipun produktif dan menghasilkan produk yang bermutu, keberadaannya semakin menipis. Hal ini dikarenakan bahan alam semakin sulit untuk didapatkan. Semantara bahan lunak buatan lebih dapat berkembang karena daya jualnya yang tinggi, praktis, dan ekonomis. Meskipun demikian, jika ditelaah dengan baik, maka dapat menghasilkan produk baru yang dapat meningkatkan mutu kerajinan yang memiliki ciri khas Nusantara. 

http://www.pembelajaranmu.com/2018/07/prinsip-kerajinan-bahan-lunak.html 

Wednesday, January 2, 2019

TUGAS 1 KERAJINAN

latihan soal
  1. Apa itu kerajinan?
  2. Apa yang dimaksud dengan bahan bahan anorganik?
  3. Sebutkan bahan bahan anorganik disekitarmu!
  4. Sebutkan contoh contoh kerajinan dari bahan bahan anorganik!
       Jawaban:

  1. Kerajinan adalah hasil olahan bahan bahan anorganik yang dibuat dengan tangan manusia dan dapat dijualm dengan harga tinggi.
  2. Bahan anorganik adalah bahan bahan yang tidak bisa terurai oleh tanah, maka digunakan kembali (daur ulang) untuk dijadikan kerajinan.
  3. Botol bekas , kaleng bekas, bungkus makanan ringan, tutup botol, kayu, sedotan bekas, plastik bekas, CD bekas, dll.
  4. Mobil mobilan dari bahan bekas, dompet dan tas dari bungkus makanan ringan, kincir angin dari kaleng bekas, sendal dari kayu, bungan dari sedortan bekas, bunga dari plastik, ikan ikanan dari CD bekas, pot dari botol bekas,dll.